Al Quran Menjelaskan Perempuan-Perempuan Pemegang Bara Api

Dimasa yang serba mudah dan cobaan terlalu banyak ini, banyak kaum perempuan muslimah, yang kehilangan suri tauladan. Lihatlah, banyak di antara mereka yang menjadikan orang-orang fasik sebagai contoh dalam kehidupan, atau paling tidak yang paling sering dibaca dan dengar kisahnya, menyebut mereka sebagai bintang.

Padahal Islam menceritakan kisah-kisah yang bersumber dariAl-Qur’an dan Sunnah, ada banyak tokoh perempuan yang patut dijadikan suri tauladan. Mereka perempuan-perempuan penggenggam bara api. Siapa mereka dan apa maksud penggenggam bara api ini? Rasulullah bahkan telah mengabarkannya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Belajar Kehidupan dari Sosok Hindun binti ‘Utbah

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Dan Rasulullah juga bersabda,” Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana ia datang. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Sahabat bertanya,” Siapakah orang-orang asing itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,” Yaitu orang-orang yang tetap shalih ketika manusia telah rusak.”(Silsilah ash Shahihah 1273).

Berpegang teguh dengan ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ini memang amat berat, bagai mereka yang memegang bara api tersebut.

Dijelaskan dalam kitab ‘Tuhfatul Ahwadzi’ bahwa orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api. (syarh sunahh Al Tirmidzi)

Imam Ath Thibiy rahimahullah menjelaskan bahwa maknanya adalah sebagaimana seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena tangannya bisa terbakar sama halnya dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini, ia sampai tak kuat ketika ingin berpegang teguh dengan agamanya. Hal itu lantaran banyaknya maksiat di sekelilingnya, pelaku maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas, juga iman pun semakin lemah.

Karena itu, seseorang tidaklah mungkin menggenggam bara api melainkan dengan memiliki kesabaran yang ekstra dan kesulitan yang luar biasa. Begitu pula dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di zaman ini butuh kesabaran yang ekstra.

Jadi siapa sebenarnya perempuan-perempuan penggenggam bara api ini? Mereka adalah perempuan-perempuan yang meninggalkan kelezatan hidupnya dan mengemban cinta agama, sehingga Allah melipatgandakan kebaikan mereka, menghapus keburukan mereka, mengangkat derajat mereka. Dialah ratu yang duduk di singgasananya,di atas dipan-dipan yang terbujur dan permadani-permadani, hidup di antara keluarga yang mencintai dan menghormati, dengan pelayan-pelayan yang siap mengabdi.

Bintang yang Sesungguhnya
Muslimah, mungkin kita telah familiar dengan Khadijah binti Khuwailid, Maryam bintu Imran, Hajar istri, atau Asiyah istri Fir’aun. Mereka adalah perempuan-perempuan hebat yang Allah teguhkan di atas keimanan dan kesabaran kala cobaan berat melanda.

Kisah mereka diabadikan dalam al-Qur’an dan diceritakan melalui lisan Rasul-Nya agar menjadi pelajaran bagi manusia setelahnya. Maka, tidakkah kita ingin meneladani mereka? Harus diakui, saat ini atau di zaman ini hanya sekadar menampakkan agama dan menjalankan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun kita malu, dan bahkan mencemooh orang-orang yang teguh di atas sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam. Padahal kita juga mengharapkan Surga!

Sungguh, seseorang yang hendak menegakkan agamanya pada hari ini terasa sangat berat. Kadang hanya cacian yang mesti diterima. Kadang dikucilkan, kadang jadi bahan omongan yang tidak enak. Sampai-sampai ada yang nyawanya dan keluarganya terancam. Demikianlah resikonya. Namun nantikan balasannya di sisi Allah yang luar biasa andai mau bersabar. Ingatlah janji Allah dalam firman-Nya:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10). Sumber

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *